(06/07) Ketika gerak pembangunan kita, terkonfirmasi
(06/07) Menghidupkan rantai nilai
(06/07) Menyelesaikan antara “telur atau ayam”
(06/07) Layanan Infrastruktur apa yang bisa kita wujudkan dengan dana Rp1 Triliun ?
(06/07) Pembangunan, Bukan Pembingungan
(06/07) Mendudukkan Pertanggungjawaban
(26/07) Mudik, Pergeseran Konsumsi Bandwidth Kita.
(26/07) "Menilai" Sendiri Kondisi Infrastruktur Kita
(26/07) Mentertawakan Diri Sendiri - Timpangnya Kecanggihan Fasilitas, Operatorship, dan Kesadaran Pengguna
(26/07) Pergerakan Sumber Daya Selama Mudik - Pembelajaran Tiada Akhir
(26/07) Setelah Semua Transportasi Massal, Terbangun
(26/07) Gimana Caranya Agar Pembangunan Infrastruktur Cepat Selesai dan Beroperasi Melayani Masyarakat Secara Tepat Waktu?
(09/08) Klasifikasi Infrastruktur menurut PaBim
(17/10) Seri Mengingat – Jembatan Ampera
(18/10) Seri Mengingat - Sistem Gerak Elevasi dan Depresi Jembatan Ampera
(19/10) Seri Mengingat - Ide dibalik Jembatan Ampera
(20/10) LRT Pendamping Jembatan Ampera
(24/10) 9 Ruas Jalan Tol Trans Jawa Era Presiden Jokowi
(25/10) MRT dan LRT, Moda Transportasi Ibukota (yang seharusnya)
(26/10) Manfaat Panel Surya Bagi Pulau-pulau 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal)
(30/10) 4 Moda Transportasi Jelang Asian Games 2018
(31/10) Sumber Air Bersih di Jakarta
(01/11) Fasilitas Pendidikan di Indonesia
(02/11) Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia
(07/11) Seri Mengingat – 5 Jembatan Sejarah Peninggalan Zaman Belanda

Mudik, Pergeseran Konsumsi Bandwidth Kita.

By bimam | Jul 26, 2017

Generasi yang tangannya lengket dengan gadget/hape telah mengubah cara kita bertransaksi, tak terkecuali transaksi yang berhubungan dengan layanan infrastruktur untuk mudik nanti.

Pesan tiket mudik, tak perlu antri- telpon juga gak perlu. cukup dengan aplikasi yang sunyi senyap, tahu tahu dapat. Harga bisa diperbandingkan, bayar bisa online.  Tapi operatornya masih meminta tiket fisik (print-out).

Beberapa restoran/rumah makan telah mulai belajar berprasangka baik, menerima pesanan on-line. Mereka sudah mulai percaya sama sistem pengucilan terhadap pelaku cheating. Asal profil sosmed-nya jelas, entah itu WA, IG, Path, line tweeter, mereka menghormati. Tak perlu KTP atau kartu identitas lain.  Hotel, malah telah lebih duluan daripada restoran/rumah makan untuk masalah kepercayaan seperti itu.

Upload-an sepanjang prosesi mudik bisa jadi bahan koordinasi antar anggota di platform/group yang sama. Yang jalan duluan, sukarela ngasih tahu yang jalan belakangan. Tentang apa saja. Sehingga kalau macet, yang belakang gak perlu ikutan macet - inget bocoran soal jaman kelas pararel dulu, nilai kelas yang ujian belakangan selalu lebih tinggi secara rata-rata. Intinya, improvement - menjadi lebih baik. Beramal informasi untuk pihak yang membutuhkan. Ngalap berkah romadhon

Media formal, seperti TV, radio, dan berita online, turut juga meramaikan dengan menyuplai informasi yang bisa ditonton (nggak cuma dibaca). Dan suplai-nya gak tanggung-tanggung, tiap menit ada yang baru. Entah gimana mengemasnya, atau memang seperti itukah kompetisinya?

Dan apakah banyak yang akses? Banyakkkk, sebagai pengalih kebosanan. Apa saja dibaca dan ditonton. Bahkan di-share link nya agar semua temannya terinfo dan bisa diajak diskusi di group.

Operator hape, yang masih merasa kurang "dilewati" oleh transaksi-transaksi tersebut, ikutan nerbitin juga alat bayar non tunai agar tetap bisa ikutan berpartisipasi. Cuman masih ngisi dulu jadi gak asyik deh.

Hampir semua prosesi mudik telah diintervensi oleh digital. Kalkulasi sederhana berbasis jumlah hape pemudik saja, sudah menyentuh miliaran rupiah untuk proyeksi peningkatan konsumsi bandwidth. Sebuah pergeseran pendapatan yang cukup massive yang bakal dinikmati oleh sektor telekomunikasi yang tahun ini cukup sunyi senyap menyertai prosesi mudik kita.

Hayooo... ada yang punya hitungan detil angkanya? Bagi dong!

 

(Bimam/ 130617)