(06/07) Ketika gerak pembangunan kita, terkonfirmasi
(06/07) Menghidupkan rantai nilai
(06/07) Menyelesaikan antara “telur atau ayam”
(06/07) Layanan Infrastruktur apa yang bisa kita wujudkan dengan dana Rp1 Triliun ?
(06/07) Pembangunan, Bukan Pembingungan
(06/07) Mendudukkan Pertanggungjawaban
(26/07) Mudik, Pergeseran Konsumsi Bandwidth Kita.
(26/07) "Menilai" Sendiri Kondisi Infrastruktur Kita
(26/07) Mentertawakan Diri Sendiri - Timpangnya Kecanggihan Fasilitas, Operatorship, dan Kesadaran Pengguna
(26/07) Pergerakan Sumber Daya Selama Mudik - Pembelajaran Tiada Akhir
(26/07) Setelah Semua Transportasi Massal, Terbangun
(26/07) Gimana Caranya Agar Pembangunan Infrastruktur Cepat Selesai dan Beroperasi Melayani Masyarakat Secara Tepat Waktu?
(09/08) Klasifikasi Infrastruktur menurut PaBim
(17/10) Seri Mengingat – Jembatan Ampera
(18/10) Seri Mengingat - Sistem Gerak Elevasi dan Depresi Jembatan Ampera
(19/10) Seri Mengingat - Ide dibalik Jembatan Ampera
(20/10) LRT Pendamping Jembatan Ampera
(24/10) 9 Ruas Jalan Tol Trans Jawa Era Presiden Jokowi
(25/10) MRT dan LRT, Moda Transportasi Ibukota (yang seharusnya)
(26/10) Manfaat Panel Surya Bagi Pulau-pulau 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal)
(30/10) 4 Moda Transportasi Jelang Asian Games 2018
(31/10) Sumber Air Bersih di Jakarta
(01/11) Fasilitas Pendidikan di Indonesia
(02/11) Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia
(07/11) Seri Mengingat – 5 Jembatan Sejarah Peninggalan Zaman Belanda

Manfaat Panel Surya Bagi Pulau-pulau 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal)

By infranesia | Oct 26, 2017

Rumah yang sudah terpasang Panel Surya (Dok. Skybatt Energy Mandiri)

 

Infranesia – Indonesia sudah merdeka 72 tahun, tapi masih ada sebanyak 2.519 desa yang belum tersedia listrik di rumahnya. Umumnya, berada di pulau-pulau 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang belum ada aliran listrik. Saat ini, diperkirakan masih ada 11.000 desa hanya memiliki fasilitas listrik sekadarnya. Lalu apa solusinya untuk pulau-pulau 3T saat ini?

Ternyata solusi untuk pengadaan listrik sudah direncanakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dengan target sebanyak 255.250 panel surya yang terpasang di daerah pulau-pulau 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) pada tahun 2018. Dan target Pemerintah di tahun 2017 akan dipasang solar panel  kurang dari 100 rumah. kata Jonan dalam keterangan tertulis yang (dikutip dari Kompas.com), Sabtu (5/8/2017)

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, dalam jangka waktu 2 tahun ke depan, pemerintah bertekad akan menerangi seluruh desa tersebut dengan mengoptimalkan potensi sumber energi setempat, misalnya dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Lalu apa keuntungannya buat masyarakat dengan penggunaan panel surya?

( Baca Juga : Layanan Infrastruktur apa yang bisa kita wujudkan dengan dana Rp1 Triliun ? )

Keuntungannya dengan menggunakan panel surya, kita bisa memanfaatkan energi matahari yang berlimpah dan tentunya tersedia di planet kita. Apalagi  sudah terbukti dari banyak Negara di seluruh Dunia dan mereka menawarkan insentif menguntungkan bagi pemilik rumah yang menggunakan panel surya. Selain itu, Panel surya mudah dipasang dan memiliki biaya pemeliharaan sangat rendah. Karena, tidak ada bagian yang bergerak.

Pemeliharaan dari panel surya cukup terbilang sederhana, mengingat panel surya tidak terdapat bagian yang bergerak dan tidak kehilangan banyak efisiensi dalam masa pakai mereka yang mencapai 20+ tahun. Masa pakainya yang panjang, mencapai 25-30 tahun, menggaransi penggunanya akan menghemat biaya energi dalam jangka panjang pula.

Selain itu manfaat panel surya, ramah lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada kasus penggunaan bahan bakar fosil. Karena,  panel surya tidak memancarkan gas rumah kaca yang berbahaya seperti karbon dioksida. Panel surya tidak memberikan kontribusi terhadap polusi suara dan bekerja dengan sangat diam.