(06/07) Ketika gerak pembangunan kita, terkonfirmasi
(06/07) Menghidupkan rantai nilai
(06/07) Menyelesaikan antara “telur atau ayam”
(06/07) Layanan Infrastruktur apa yang bisa kita wujudkan dengan dana Rp1 Triliun ?
(06/07) Pembangunan, Bukan Pembingungan
(06/07) Mendudukkan Pertanggungjawaban
(26/07) Mudik, Pergeseran Konsumsi Bandwidth Kita.
(26/07) "Menilai" Sendiri Kondisi Infrastruktur Kita
(26/07) Mentertawakan Diri Sendiri - Timpangnya Kecanggihan Fasilitas, Operatorship, dan Kesadaran Pengguna
(26/07) Pergerakan Sumber Daya Selama Mudik - Pembelajaran Tiada Akhir
(26/07) Setelah Semua Transportasi Massal, Terbangun
(26/07) Gimana Caranya Agar Pembangunan Infrastruktur Cepat Selesai dan Beroperasi Melayani Masyarakat Secara Tepat Waktu?
(09/08) Klasifikasi Infrastruktur menurut PaBim
(17/10) Seri Mengingat – Jembatan Ampera
(18/10) Seri Mengingat - Sistem Gerak Elevasi dan Depresi Jembatan Ampera
(19/10) Seri Mengingat - Ide dibalik Jembatan Ampera
(20/10) LRT Pendamping Jembatan Ampera
(24/10) 9 Ruas Jalan Tol Trans Jawa Era Presiden Jokowi
(25/10) MRT dan LRT, Moda Transportasi Ibukota (yang seharusnya)
(26/10) Manfaat Panel Surya Bagi Pulau-pulau 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal)
(30/10) 4 Moda Transportasi Jelang Asian Games 2018
(31/10) Sumber Air Bersih di Jakarta
(01/11) Fasilitas Pendidikan di Indonesia
(02/11) Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia
(07/11) Seri Mengingat – 5 Jembatan Sejarah Peninggalan Zaman Belanda

4 Moda Transportasi Jelang Asian Games 2018

By infranesia | Oct 30, 2017

 Logo Asian games 2018

 

Infranesia -  Pada tanggal 19 September 2014, Indonesia telah diresmikan menjadi tuan rumah Asian Games XVIII oleh Dewan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia,  Penyelenggaraan Asian Games XVIII yang awalnya akan diadakan pada tahun 2019 kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 karena di tahun 2019, Indonesia sedang proses pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

 Kota Palembang yang ditunjuk bersama Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018 telah menyiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan ini, termasuk pembangunan infrastruktur. Adapun sarana yang telah di siapan seperti moda transportasi, dan ada 4 moda transportasi, yang harus kamu ketahui, simak yukkk di bawah ini:

1. Bus Air

 

 Bus air infranesia.

Bus Air, Source Google 

Bus air ini akan terkoneksi dengan transportasi lain, seperti LRT, Transmusi, dan lainnya. Karena itu akan dibangun sejumlah dermaga penghubung. Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara diskusi di Universitas Sriwijaya (Unsri) mengatakan, akan membantu pengadaan bus air untuk menghidupkan transportasi di Sungai Musi.

 "Kami akan membantu lima bus air untuk Palembang dan membangun halte intermoda untuk menunjang Asian Games,"ujarnya. Keberadaan bus air dan halte intermoda sangat membantu ofisial dan atlet dalam transportasi selama pelaksanaan Asian Games. 

 2. Mobil Hidrogen

 

 Dok.Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan

Mobil ramah lingkungan dengan teknologi hidrogen akan dijadikan sebagai mobil operasional pada penyelenggaraan Asian Games 2018. Mobil ramah lingkungan ini disebut belum digunakan di negara-negara lain sehingga diperkirakan menjadi teknologi masa depan.

( Baca Juga : 9 Ruas Jalan Tol Trans Jawa Era Presiden Jokowi )

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengatakan, teknologi tersebut sangat cocok dengan pelaksanaan Asian Games. Apalagi Sumsel sebagai penyelenggara akan menerapkan konsep “green sport city” di Kompleks Olahraga Jakabaring.

Menurut Alex, konsep tersebut sudah pernah dicoba ketika Sumsel menjadi tuan rumah Sea Games ke-25 pada 2011. Ketika itu, setiap kendaraan yang melintas di Jakabaring Sport City harus ramah lingkungan. Listrik yang digunakan harus pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

 3. Skytrain

 Dok. Antara Foto/Muhammad Iqbal

Skytrain merupakan moda transportasi berupa kereta ringan untuk memudahkan perpindahan pengguna jasa bandara dari satu terminal ke terminal yang lain dan terletak di area publik setiap terminal. Untuk tahap pertama, tiga trainset skytrain diuji coba dari Terminal 3 menuju Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta dengan panjang lintasan uji coba 1,7 kilometer.

Secara bertahap, skytrain akan dioperasikan dari Terminal 2 ke Terminal 1, lalu ke integrated building yang terkoneksi langsung dengan layanan kereta bandara, dan kembali lagi ke Terminal 3. Kemudian headway skytrain, ditargetkan setiap lima menit sekali. Artinya, setiap lima menit sekali pengguna jasa bandara bisa menaiki skytrain di tiap terminal.

Skytrain akan beroperasi setelah Kementerian Perhubungan melakukan sejumlah verifikasi khususnya terkait dengan keselamatan, keamanan, dan pelayanan, di mana kemudian diterbitkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 841 Tahun 2017 tentang Izin Operasi Perkeretaapian Khusus Kepada PT Angkasa Pura II (Persero).

Awaluddin menerangkan, Skytrain merupakan moda transportasi kereta tanpa awak pertama di Indonesia yang menggunakan sistem automated guideway transit.  Dengan harapan semoga keberadaannya dapat menjadi semacam inisiator perkembangan moda transpotasi di Indonesia demi kemudahan perpindahan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya. Pengoperasian Skytrain ini juga merupakan salah satu persiapan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam menyambut pelaksanaan Asian Games 2018

4. Light Rail Transit (LRT)

 Dok. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan

Pembangunan jalur kereta api dalam kota Light Rail Transit Palembang paling disorot selama persiapan Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Asian Games XVIII/2018. LRT Palembang yang mengadopsi teknologi asal Tiongkok ini mulai dikerjakan sejak akhir tahun 2016 dengan target selesai pada enam bulan sebelum perhelatan Asian Games.

Jalur proyek LRT di Palembang membentang jarak 23 M dengan 13 stasiun pemberhentian dan terdiri dari 2 koridor. Koridor pertama dari Bandara ke Jembatan Ampera dan koridor kedua dari Jembatan Ampera ke Ogan Permata Indah (OPI). Dari 13 stasiun ada 3 stasiun yang menjadi titik persinggahan utama yaitu, Sultan Mahmud Badaruddin II karena akan menghubungkan kota-kota di Palembang, Kota-kota lainnya di Indonesia, dan Dunia Internasional. Sedangkan Stasiun Terpadu Jembatan Ampera langsung terintegrasi dengan transportasi lainnya menuju tempat pusat bisnis, tempat wisata dan budaya di pelosok Kota Palembang, dan terakhir Stasiun Stadion Jakabaring yang menjadi titik untuk tamu Internasional dalam acara Asian Games 2018.