(06/07) Ketika gerak pembangunan kita, terkonfirmasi
(06/07) Menghidupkan rantai nilai
(06/07) Menyelesaikan antara “telur atau ayam”
(06/07) Layanan Infrastruktur apa yang bisa kita wujudkan dengan dana Rp1 Triliun ?
(06/07) Pembangunan, Bukan Pembingungan
(06/07) Mendudukkan Pertanggungjawaban
(26/07) Mudik, Pergeseran Konsumsi Bandwidth Kita.
(26/07) "Menilai" Sendiri Kondisi Infrastruktur Kita
(26/07) Mentertawakan Diri Sendiri - Timpangnya Kecanggihan Fasilitas, Operatorship, dan Kesadaran Pengguna
(26/07) Pergerakan Sumber Daya Selama Mudik - Pembelajaran Tiada Akhir
(26/07) Setelah Semua Transportasi Massal, Terbangun
(26/07) Gimana Caranya Agar Pembangunan Infrastruktur Cepat Selesai dan Beroperasi Melayani Masyarakat Secara Tepat Waktu?
(09/08) Klasifikasi Infrastruktur menurut PaBim
(17/10) Seri Mengingat – Jembatan Ampera
(18/10) Seri Mengingat - Sistem Gerak Elevasi dan Depresi Jembatan Ampera
(19/10) Seri Mengingat - Ide dibalik Jembatan Ampera
(20/10) LRT Pendamping Jembatan Ampera
(24/10) 9 Ruas Jalan Tol Trans Jawa Era Presiden Jokowi
(25/10) MRT dan LRT, Moda Transportasi Ibukota (yang seharusnya)
(26/10) Manfaat Panel Surya Bagi Pulau-pulau 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal)
(30/10) 4 Moda Transportasi Jelang Asian Games 2018
(31/10) Sumber Air Bersih di Jakarta
(01/11) Fasilitas Pendidikan di Indonesia
(02/11) Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia
(07/11) Seri Mengingat – 5 Jembatan Sejarah Peninggalan Zaman Belanda

Sumber Air Bersih di Jakarta

By infranesia | Oct 31, 2017

( Ilustrasi )

 

Infranesia Jakarta merupakan kota metropolitan di Indonesia yang sedang maju pesat, dengan banyaknya perkembangan bisnis, industri, dan juga pembangunan. Dibalik gedung-gedung tinggi nya yang mewah dan selalu menjadi sorotan publik, tapi ternyata Jakarta sedang mengalami krisis air bersih. Seperti yang telah di kutip dari detik.com bahwa kebutuhan air bersih di Jakarta mencapai 26.100 liter per detik. 

Namun, Kebutuhan air bersihnya tak sebanding dengan sumbernya di Jakarta, kini menjadi kendala terbesar bagi PAM Jaya dalam hal mencari air baku untuk diolah menjadi air bersih yang layak. Kualitas air permukaan untuk dijadikan air baku di Jakarta sering kali tidak memenuhi standar. Kualitas air yang buruk membuat sungai-sungai di ibu kota hanya menyumbang empat persen dari total sumber air baku di Jakarta. Dan menurut hatta, 80 persen sumber air baku di PAM Jaya berasal dari Saluran Tarum Barat (Kalimalang) yang mengalirkan pasokan air dari waduk Jatiluhur. Sisanya dibeli PAM Jaya dari Cisadane, Tangerang, berupa air yang sudah siap disalurkan ke pelanggan.

( Baca Juga : Manfaat Panel Surya Bagi Pulau-pulau 3T (Terdepan,Terluar dan Tertinggal) )

Dengan adanya pengembangan teknologi pengolahan air sungai menjadi air bersih tengah dikembangan oleh PD PAM Jaya. Semoga, pasokan air bersih bagi warga ibu kota tidak lagi bergantung pada Waduk Jatiluhur maupun Tangerang saja, tetapi juga Kali Ciliwung yah.

Tidak hanya kali ciliwung saja lho yang akan menjadi sumber air bersih, tapi ada 6 lainnya juga seperti di bawah ini yah;

1.    Sungai Sekretaris

2.    Sungai Banjir Kanal Timur (BKT),

3.    Kali Pesanggrahan,

4.    Mookervart,

5.    Kali Sekertaris

6.    Sungai Krukut

Semoga saja yah, program 100-0-100 untuk tahun 2019, yakni 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi untuk masyarakat di Indonesia terealisasi oleh pemerintah.